Obrolan ini dimulai ketika teman saya mengatakan bahwa anaknya, yang masih duduk di bangku kelas 4 SD, disuruh membuka account Facebook. Alasannya, sang guru akan mengenalkan teknologi internet sejak dini kepada murid-muridnya.
Sepintas hal ini tampak sangat wajar, karena saat ini teknologi internet sudah menjadi kebutuhan yang sudah sangat lumrah dan murah. Dan tampak bagus juga, karena sekolah tersebut akan dipandang sebagai sekolah yang maju & mutunya bagus karena sudah mengenalkan teknologi internet ini kepada murid-muridnya.
Lalu, dimana salahnya?
Saya anggap hal ini adalah sebuah kesalahan besar dari seorang pendidik, atau bahkan kesalahan institusi pendidikan dasar. Mengapa?
- Facebook dirancang sebagai sarana komunikasi bagi manusia dewasa. Oleh karena itu, facebook memberlakukan batasan umur minimal bagi penggunanya. Batas minimal pengguna facebook adalah 13 tahun. Jelas, jika seorang anak kelas 4 SD mempunyai account facebook, berarti dia telah 'mencuri' umur. Dari hal kecil ini, sudah tampak kesalahan si guru. Bukannya mengajarkan teknologi, tapi dia justru telah mengajarkan 'menipu' sejak usia dini. Entah logika apa yang dipakai si guru ini. Bagi saya, saya lebih baik tidak mengenalkan teknologi canggih terlebih dulu kepada anak saya, dibanding saya harus mengajarkan 'penipuan' kepada anak saya. Apakah anak-anak jaman sekarang harus diajari menipu sejak dini? Kalau memang ini yang diinginkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka tunggu saja kehancuran akhlak manusia Indonesia, 10 tahun ke depan.
- Pengenalan teknologi bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan pendidikan akhlak dan perilaku. Jika alasan guru adalah untuk mengenalkan teknologi internet, kenapa tidak dia perkenalkan saja cara 'googling' yang benar? Kenapa dia tidak ajarkan bagaimana dan dimana mencari informasi yang berguna untuk mendukung pelajarannya? Saya berani bertaruh, bahwa si guru pasti tidak mampu menggunakan search engine dengan benar! :) Dan dia pasti juga bingung, mau dikasih apa anak-anak ini dalam pelajaran komputer...
- Pembatasan umur dari facebook dibuat bukan dengan tanpa alasan. Alasan utamanya adalah faktor kesiapan psikologis dan teknis pengguna. Tapi yang pasti adalah faktor psikologis. Umur 13 dianggap sebagai batas umur memasuki masa remaja (remaja dini) dan akhir masa kanak-kanak. Tentu, karakateristik psikologis anak dan remaja jauh berbeda. Pada umur 8-10 tahun, kebutuhan sosial-psikologis seorang anak adalah membangun kepercayaan dan mengenali karakter teman-temannya. Ini adalah fase yang memerlukan interaksi sosial secara langsung bukan melalui interaksi maya melalui internet. Ini adalah fase dimana seorang anak memupuk rasa saling percaya, saling membutuhkan, saling toleransi dan saling mengunjungi. Kehilangan waktu dan interaksi sosial akan mengakibatkan anak menjadi asosial di kemudian hari. Tentu anda tidak mau membuat anak asosial di masa dewasanya bukan?
- Alasan keamanan. Seorang anak yang baru diajarkan untuk menggunakan FB akan cenderung mengeksplorasi semua fitur yang disediakan FB. Kebutuhan seorang anak untuk berinteraksi sosial belumlah menyadari tentang jangkauan teknologi FB yang sangat luas. Fitur 'Status' pada FB, adalah fitur yang paling sering digunakan untuk menayangkan status emosi seorang anak pada satu saat tertentu. Emosi yang belum terkendali dengan sempurna sering membuat seorang anak menuliskan 'sesuatu' yang dapat membahayakan dirinya. Contohnya, status 'mama pergi, papa pergi.. sendirian deh di rumah'... Walau tampaknya merupakan cetusan kesedihan, namun bagi beberapa penjahat cyber, hal ini cukup untuk memberikan informasi untuk melakukan suatu tindak kejahatan. Ingat, beberapa kasus penculikan/kejahatan dewasa ini ditengarai bermula dari tindakan spoofing status di FB para korban. Tentu Anda tidak mau hal ini terjadi pada anak Anda bukan?
- Vivat Pendidikan Indonesia -
menuju pendidikan yang lebih bermartabat & bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar