Seorang sahabat bertanya :
Layakkah seorang yang berpuasa itu untuk memberitahukan semua orang bahwa dia berpuasa ?
Sebab, kata dia, saat ini, di jaman yang serba kebalik ini,
orang berpuasa memang minta dihormati..
warung-warung disuruh tutup siang hari,
kalau masih buka akan didatangi gerombolan yang ngakunya santri.
Bahkan lapo-lapo pun ikut ditutup.
Haah?
Emang apa hubungannya lapo dengan orang puasa?
Emangnya kalau tidak lagi puasa, orang-orang itu akan ke lapo?
Negeri ini emang aneh...
Di saat puasa, dimana seharusnya aktifitas kerja berjalan normal,
kondisi puasa justru dijadikan alasan untuk lebih banyak berisitirahat..
bahkan di rumah sakitpun, ada petugas yang menolak mendaftar pasien dengan alasan puasa...
puasa itu untuk menahan godaan & hawa nafsu...
bukan terus berarti godaannya / hawa nafsunya yang dihilangkan dong?
Kalau godaan hilang, hawa nafsu hilang... buat apa kita berpuasa?
Justru karena kita semakin banyak menahan godaan,
pahala kita makin besar...
Mungkin pada suatu saat nanti...
di Indonesia ini akan ada saatnya 'puasa tanpa godaan'
puasa akan kehilangan esensinya, kehilangan makna
puasa hanya akan sekedar menahan lapar & dahaga saja...
maka lapar serta haus sajalah yang akan didapatkan oleh manusia Indonesia saat itu..
pantas saja negeri ini ditimpa banyak bencana...
banyak orang mulai meninggalkan esensi agamanya,
diganti dengan logika sekenanya..
agama hanya dijadikan simbol legalitas politik dan kekuatan kelompok
nb:
lapo = warung makan khas Batak, yang biasanya menyajikan makanan yang diharamkan bagi umat Islam.
Tulisan ini pernah dimuat pada blog pribadi saya di Multiply pada tahun 2007.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar