Yahhh ... namanya juga film, jadi harus dibuat dramatis agar bisa menarik penonton untuk datang dan mau mengeluarkan uang. Kejadian sesungguhnya tidak akan seperti yang terjadi di film itu, jadi dalam satu hal film itu memang 'menyesatkan' masyarakat yang menonton dengan memberi persepsi yang keliru tentang 2012. Tapi tetap saja, menurut saya terlalu berlebihan kalau sampai dikeluarkan fatwa haram. Kalau fatwa itu dikeluarkan, kasihan industri film horror Indonesia, bukankah film-film horror tentang pocong dan kawan-kawannya itu juga memberikan persepsi yang keliru?
Jadi, catatan kali ini mencoba obyektif dengan apa yang sebenarnya sedang berlangsung menjelang 2012 sebagai suatu siklus alam.
1. Kalender suku Maya
Kalender suku Maya disebutsebut merupakan acuan untuk menentukan 2012 sebagai ‘akhir zaman’. Kalender ini menarik karena merupakan kalender paling kuno & paling akurat yang pernah dilihat oleh manusia. Bukan benar-benar paling kuno dalam arti tidak ada yang lebih tua, tapi karena kalender itu yang paling tua dari ‘yang ada saat ini’. Mungkin saja, 5-10 th ke depan kita temukan kalender purba di Papua yang sama akuratnya namun lebih tua daripada milik suku Maya itu. Who knows?
Referensinya, silakan lihat hal tentang sistem kalendar Maya di Wikipedia.
Perbedaan utama kalender tersebut dengan kalender modern adalah bahwa kalender itu bukan hanya menghitung setahun dengan 365 hari, tetapi juga menampilkan perhitungan yang disebut sebagai periode suci yang terdiri dari 13 bulan yang masing-masing memiliki 20 hari (lihat di sini). Catatan penting lainnya, kalender itu cocok dengan perjalanan tata surya melintasi galaksi dan mampu menghitung dengan tepat peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan pergerakan benda-benda angkasa (celestial body) seperti konjugasi planet-planet, kedatangan komet, gerhana bulan & gerhana matahari.
Dengan menggabungkan perhitungan tahunan 365 hari dan periode suci yang hanya 260 hari, kalender suku Maya ini memiliki periode perulangan besar setiap 5125 tahun. Menurut perkiraan para ahli, periode besar yang sedang berlangsung saat ini diawali pada tahun 3114 SM. Artinya, kalender itu akan berakhir pada tahun 2012 M. Tetapi kapan tepatnya akhir dari kalender itu masih menjadi bahan perdebatan.
Sebagaimana kalender lainnya, kalender ini bersifat periodic-cyclic. Artinya, akhir suatu periode akan segera diikuti periode selanjutnya. Suku Maya sendiri tidak pernah menyebutkan akhir dari periode yang sekarang berlangsung sebagai hari kiamat. Jadi jika pun benar periode itu berakhir pada 2012, bukankah setiap tahun kita juga mengganti kalender di rumah kita tanpa perlu mencemaskan akan terjadi bencana?
2. Benda angkasa besar yang lewat dekat dengan bumi
Benda angkasa besar (celestial body) yang akan lewat dekat dengan bumi ini memang sudah mulai menjadi pembicaraan sejak tahun 2004. Sebelumnya sudah ada ramalan tentang benda angkasa yang akan menabrak bumi pada 2003, namun ketika tahun tersebut dapat dilewati dengan selamat, maka ramalannya berubah menjadi 2012. Penemuan planetoid Xena di luar orbit Pluto menguatkan pendapat bahwa masih ada benda besar lain yang belum diketahui oleh manusia.
Yang menarik, bangsa Sumeria kuno sudah menggambarkan adanya planet ke 10 ini - yang mereka sebut planet Nibirru - dalam relief-relief yang mereka tinggalkan (lihat tentang planet X).
Penemuan benda-benda angkasa besar dan kemungkinannya 'menabrak' bumi sudah sering menjadi isu. Film Armageddon yang dibintangi Bruce Willis merupakan salah satu film yang dibuat berdasarkan isu seperti itu. Faktanya, bumi sudah sering berpapasan dengan benda-benda angkasa seperti komet Halley, komet Shoestring, dan sebagainya tanpa menimbulkan masalah besar. Memang ada pengaruhnya, namun tidak seheboh isu yang timbul di masyarakat.
3. Pergeseran kutub bumi
Benda angkasa yang akan lewat di dekat bumi dikuatirkan akan menyebabkan terjadinya pergeseran kutub bumi (Pole Shift) atau bahkan pembalikan kutub (Pole Reversal). Sebetulnya, menurut teori, pergeseran ini merupakan suatu siklus yang pasti akan terjadi untuk menjaga supaya bumi tetap bulat. Bukti-bukti geologis di seluruh dunia menunjukkan bahwa pergeseran ini memang pernah terjadi dan agaknya merupakan suatu siklus. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim di berbagai lokasi: es di kutub mencair & mengakibatkan banjir, sedangkan daerah yang sebelumnya beriklim tropis berubah menjadi dingin membekukan. Akibat lain yang mungkin muncul adalah perubahan cuaca yang ekstrim, gelombang besar di lautan, timbulnya badai, dan berbagai peristiwa alam lainnya yang menyebabkan kepunahan sebagian makhluk hidup [1].
Faktanya, frekuensi getaran dasar (basic vibration) bumi memang mengalami perubahan yang menunjukkan tanda-tanda bahwa pergeseran kutub sedang terjadi. Frekuensi yang dikenal dengan istilah Earth Hum ini awalnya adalah 7,8 Hz namun akhir-akhir ini sudah meningkat hingga di atas 11 Hz.
Pergeseran kutub bumi ini sudah pasti akan menimbulkan gangguan pada sistem navigasi yang dimiliki oleh manusia saat ini, tetapi itu akan bisa diatasi dengan penyesuaian perhitungan matematis pada tingkat software. Film The Core merupakan sebuah film yang dibuat berdasarkan teori ini.
Namun kalaupun itu terjadi, pergeseran tidak terjadi secara mendadak, tidak dalam waktu dekat & tidak akan menimbulkan kiamat. Toh bumi masih bertahan hingga sekarang, setelah melewati beberapa kali pergeseran kutub yang menimbulkan jaman es. Toh manusia masih bertahan, meskipun beberapa jenis binatang mengalami kepunahan. Justru pergeseran kutub yang menyebabkan perubahan iklim & punahnya binatang-binatang tersebut agaknya memberi manusia kesempatan untuk berkembang menjadi lebih maju.
Video tentang pergeseran kutub bumi dapat disaksikan di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=anX-ADM1US4
4. Manusia akan memasuki Tahap Evolusi berikutnya
Yang terakhir ini rasanya tak perlu dibahas terlalu panjang. Evolusi pada manusia memang terus terjadi. Kita bisa membandingkan pertambahan rata-rata tinggi prajurit Amerika yang bertugas pada mas PD II, pada tahun 1960-an & prajurit modern saat ini. Pengamatan yang dilakukan pada rata-rata tinggi tubuh orang Jepang juga memberikan hasil yang sama. Perubahan pola makan, gaya hidup, penggunaan obat-obatan kimia, dan pemikiran manusia akan membawa perubahan pada umat manusia secara keseluruhan.
Isu yang dibawa pada 2012 adalah perubahan pada tingkat mental & kesadaran manusia secara rohani, bukan perubahan secara fisik. Jadi agaknya tak perlu dikuatirkan.
Pada akhirnya, manusia masih akan bertahan. Kiamat adalah misteri yang hanya Tuhan memegang kuncinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar