Senin, 23 November 2009

Pengalaman Mengawas UAN SMA

Seminggu berlalu semenjak dilaksanakannya UAN SMA se Indonesia. Berikut ini beberapa catatan tentang pelaksanaan UAN tersebut, terutama dari tempat saya menjadi salah seorang pemantau independen di kota Bandung.

Pelaksanaan hari pertama, ditandai dengan masih adanya tumpang tindih koordinasi dan tatacara pelaksanaan ujian. Walau sudah ada briefing sebelumnya tentang tata cara pengumpulan lembar jawab dan pengiriman lembar jawab tersebut ke lokasi sub rayon, namun masih ada kebingungan tentang bagaimana seharusnya lembar jawab tersebut dikumpulkan. Pada lembar Standard Operation Procedure (SOP), dituliskan bahwa lembar jawab harus dikumpulkan pada sebuah amplop yang tersegel. Masalah kata 'segel' ini ternyata membuat sedikit masalah, karena panitia di lokasi menganggap bahwa 'lakban' cukup untuk menjadi segel, tetapi panitia di sub rayon menyatakan harus dengan lem. Bukan kesalahan serius, tetapi cukup mengganggu.

Pengawas ruang yang memang berasal dari sekolah lain, terkesan tidak mengawasi dengan serius. Beberapa murid yang 'tengak-tengok' tidak ditegur, dan cenderung dibiarkan. Saya tidak pernah lihat hal seperti ini pada saat saya sekolah dulu, dimana murid dengan serius mengerjakan ujiannya. Banyaknya peserta ujian yang meninggalkan kelas untuk ke kamar kecil seolah menjadi pemandangan yang biasa. Apakah hal ini sudah menjadi 'code of conduct' dari masing2 guru saat ini? Hal ini perlu diteliti lebih jauh.

Masih terdapat pengawas yang menggunakan alat komunikasi (walau pada saat menelpon berada di luar kelas yang diawasinya).  Pada SOP,  kegiatan membawa alat komunikasi adalah DILARANG, baik bagi peserta maupun pengawas.  Ada baiknya di masa mendatang, perlu dipasang GSM /CDMA jammer di ruang ujian, sehingga komunikasi di ruang itu akan terblok. Tapi, bukan itu masalahnya... Guru /pengawas di sini memberikan contoh yang buruk bagi anak muridnya. Kalau gurunya tidak mematuhi aturan, bagaimana mereka bisa mengharapkan anak didiknya mematuhi aturan juga?

[Tulisan asli ditulis tanggal 30 April 2008, bersambung]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar