Sebuah penelitian di University of Pavia di tahun 2005 menemukan bukti bahwa ada peningkatan jumlah sebuah molekul protein yang dikenal dengan nama Nerve Growth Factor (NGF) pada kelompok orang yang sedang mengalami cinta pertama/ sedang jatuh cinta. Tapi, peningkatan ini hanya bertahan setahun, setelah itu, NGF akan turun ke level sebelum orang itu jatuh cinta. Jumlah tingkat NGF ini ditemukan lebih tinggi, secara signifikan, pada orang yang sedang jatuh cinta (awal) dibandingkan pada kelompok orang yang single ataupun yang sudah memiliki/ menjalin hubungan lebih lama.
NGF ditemukan pertama kali oleh Rita Levi-Montalcini and Stanley Cohen, yang akhirnya dianugerahi Nobel di bidang kedokteran karena penemuannya ini, pada tahun 1986.
NGF adalah sekelompok protein yang bertanggung jawab pada masalah pertumbuhan sel dan juga organ tubuh. Aktifnya NGF ini membuat sel2 syaraf menjadi berkembang, melakukan regenerasi. Hubungan antar saraf menjadi aktif, dan ini membuat sibuk salah satu neurotransmitter, dopamine. Dopamine ini biasanya dihubungkan dengan sistem kenikmatan di otak (menyediakan perasaan senang dan menguatkan motivasi/ semangat seseorang untuk melakukan sesuatu). Inilah yang membuat orang yang sedang jatuh cinta merasa lebih muda, ingin mengenal lebih jauh pasangannya, lebih bersemangat.
Namun, sejalan dengan waktu, efek NGF ini akan berkurang, sehingga semangat anda untuk mengenal lebih jauh pasangan anda, ikut juga melemah. Kalau anda masih pada tahap berpacaran sampai pada saat NGF ini kembali ke level normal, maka rasa cinta anda bisa disebut hambar. Hal inilah yang menyebabkan rasa bosan pada hubungan anda, anda ingin mencari hal baru lagi... dan akhirnya anda akan cenderung mengakhiri hubungan anda..
Jadi, kalau anda memang sedang jatuh cinta sekarang, jangan tunggu 1 tahun lagi untuk melangkah lebih jauh. Tentukan semua langkah anda sebelum umur pacaran anda 1 tahun.
Lanjutkan ke tahap lebih lanjut atau ganti suasana, sebelum efek NGF menghilang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar