Judul di atas terbersit ketika saat itu melihat tayangan di TV. Demo mahasiswa begitu brutal dalam menentang kenaikan BBM. Bahkan masih banyak kejadian tawuran mahasiswa cuma karena masalah sepele, seperti masalah perebutan cewek, perebutan halte bis...
Bah..! Jaman gini masih tawuran ??? !
Dari kelakuan para mahasiswa ini jelas sekali potret kegagalan pendidikan negeri ini. Masih ada cara-cara brutalisme & premanisme dalam pola pikir seorang mahasiswa, seorang kader bangsa yang seharusnya dapat berpikir lebih jernih dibanding seorang preman. Bagaimana kalau dia jadi seorang pemimpin ya nantinya? Pasti jadi pemimpin yang preman juga khan..?
Menurut saya, tidak ada lagi kebanggaan sebagai seorang mahasiswa yang dapat diperlihatkan oleh mereka. Pendidikan telah menjadi industri yang mengabaikan nilai-nilai sopan-santun, penghargaan atas nilai-nilai etika bahkan mengabaikan juga kaidah2 keilmuan. Para mahasiswa ini sibuk berkeluh kesah atas kejadian yang menimpa negeri ini, tetapi tidak mampu memberikan solusi yang berarti. Sibuk menyalahkan pemerintah, sementara dia sendiri ugal-ugalan menggunakan fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat (bagi mahasiswa PTN).
Memang, dari pengamatan yang dilakukan, mahasiswa yang terancam DO, IP rendah, cenderung berani melakukan unjuk rasa.. Mungkin bagi mereka, toh tidak ada bedanya mereka keluar dari PTN itu karena DO atau karena demo :p
Kalau memang mereka punya 'otak', mereka lebih baik menciptakan cara bagaimana membuat bahan-bakar alternatif, kendaraan hemat energi, tindakan menghemat yg tidak menyengsarakan,.. atau bahkan hal yang paling sederhana, menyelesaikan studinya tepat waktu. Bagaimanapun juga, mahasiswa PTN itu mendapat subsidi dari rakyat, oleh karena itu sepatutnya mereka menggunakan uang rakyat itu dengan bertanggung jawab. Balaslah budi baik rakyat Indonesia ini dengan tindakan yang berarti, bukan hanya demo yang tidak jelas & perbuatan anarkis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar